Minggu, 30 Januari 2011

karena Diamku,.adalah Cinta

Jika kau menyuruhku bercerita tentang hujan yang datang malam ini,
maka aku akan bercerita....

Jika kau menyuruhku berdongeng tentang burung yang berkicau pagi itu,
maka aku akan berdongeng...

Jika kau menyuruhku berpuisi tentangmu,
maka aku diam...

Pada pahatan batu berlumut di pinggiran sungai
kau pertegas tanyamu tentang makna diam,
dan aku tetap diam...

Kau paksa aku bersampai lewat angin,,
tapi mana mungkin kusampaikan lewat angin,
sementara ia hanya akan memberimu DINGIN..!!!
Lalu kau perlihatkan air,,
tapi mana mungkin aku berkata lewat air
sementara aku takut akan BANJIR..!!!
Kemudian kau buat api,,
lebih tidak mungkin mengingat ia bisa membakarmu sewaktu-waktu,
Akhirnya kau tunjuk langit,
apalagi lewat langit, sementara ia disibukkkan dg mendung yang melilit

Kau tau kan sekarang musim sedang labil
angin lebih suka memberi dingin daripada silir
air lebih suka memberi banjir daripada memberi segar
api memilih hidup membAkar daripada menghangatkan
dan langit memutuskan menyimpan biru untuk menghujanimu

Tak ada yang bisa ku percayai, kecuali diriku sendiri yang tak percaya diri
membungkamku dalam diam dan memaksaku menanti
melihat musim kemarau yang akan segera kau akhiri...
ketahuilah bukan marah yang menjadikanku diam
Karena diAmku adalah CINTA....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar